oleh

Wartawan Metro Tv dan Beritaaktual.co Ini Jadi Korban Peredaran Uang Palsu di Kabsor, Berharap Masyarakat Lebih Bijak Kenali Uang Asli

-Berita, Daerah, Humkrim-205 Dilihat
banner 468x60

SORONG – bentengpapua.com. Setelah sebelumnya polisi berhasil mengamankan Seorang wanita berinisial NA (45) yang datang ke sebuah agen BRI Link guna melakukan transaksi keuangan dengan mentransferkan uang.

Pemilik jasa transfer BNI Link, kemudian mentransfer sebanyak yang diminta NA ke rekening tujuan. Setelah uang senilai Rp3,5 juta berhasil di transfer ke rekening Bank Mandiri dan meminta fisik tunai senilai tersebut lalu diserahkan oleh NA, ternyata dirasa janggal oleh pemilik BRI Link dan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dengan cepat polisipun berhasil mengamankan pelaku.

banner 336x280

Sebelumnya beberapa waktu lalu di Kota Sorong juga dihebohkan oleh adanya uang Palsu pecahan Rp 100 ribu yang didapatkan oleh pemilik lapak usaha ikan di Kota Sorong.

Namun pasca kejadian ini justru banyak uang palsu yang sudah beredar luas dimasyarakat salah satunya yang dialami oleh Andre ustad muda sekaligus berprofesi sebagai wartawan mendapati uang palsu pecahan Rp 50 ribu.

Saat dikonfirmasi bentengpapua.com. Andre (30 Tahun) mengaku kejadian ini bermula saat dirinya membeli bensin pada selasa malam (6/02/2024) di salah satu penjaja bensin eceran, karena minimnya pencahayaan tidak memperhatikan saat penjual bensin eceran memberikan uang kembalian.

“Jadi saya isi bensin itu sekitar jam 22.00 WIT, Karena saya terburu buru dan tidak ada uang pas makanya saya menyerahkan pecahan uang 100 ribu, saat mengembalikan uang saya tidak terlalu memperhatikan uang tersebut apalagi cahaya minim selain itu faktor buru-buru, makanya saya langsung masukan uang dalam tas” ungkap Andre kepada sejumlah awak media, Rabu (7/2/2024).

Diketahui Andre (30 Tahun) berprofesi sebagai seorang wartawan di salah satu media televisi nasional Metro Tv, sekaligus di media online beritaaktual.co.

Wartawan Metro Tv sekaligus beritaaktual.co itu mengaku baru mengetahui keesokan harinya saat hendak digunakan untuk membayar Es boba yang telah dipesan.

“Jadi saya baru sadar pas besoknya, tepatnya waktu mau bayar minuman atau es boba yang telah saya pesan, saat saya hendak bayar kok rasanya uangnya ada yang lain. Kemudian saya bandingkan dengan uang pecahan lainya ternyata benar uang tersebut bukan uang asli karena memiliki beberapa kejangalan mulai dari bahan kertas yang diraba nampak halus, tidak ada gambar air saat diterawang, serat tali pengaman yang hanya terlihat dicetak dan ada bekas warna yang memudar ” Katanya kepada sejumlah awak media di Kabupaten Sorong.

Andre (30 Tahun) berharap masyarakat lebih teliti lagi saat menerima uang khususnya dengan pecahan besar yakni 50 ribu maupun 100 ribu. Khususnya bagi para pedagang yang selalu melakukan transaksi jual-beli. Sekaligus berharap pihak kepolisian lebih getol dalam melihat situasional peredaran uang palsu saat ini,sehingga apabila ini merupakan jaringan yang terencana maka dapat segera ditindak lanjuti dengan cepat dan tepat.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed